Hai! kembali lagi diblog
Natasya's Journal. Sesuai dengan judul artikel, Natasya's Journal akan membahas
tentang produk dan harga jual. Kali ini Natasya's Journal akan mengambil produk
yang termasuk dalam fashion yaitu sepatu, dengan merek Compass. Siapa yang
tidak tahu sepatu lokal dengan merek yang terkenal ini? sepatu compass ini
telah bersinar pada tahun 2017 hingga saat ini. Sepatu ini telah menjadi trend
dikalangan masyarakat khususnya untuk kawula muda. Sepatu ini menjadi incaran
banyak remaja, apakah kalian salah satunya?
(Sumber foto: masihbaru.com)
Berbicara mengenai Compass, kita tidak bisa lepas dari sejarah panjang yang telah mereka lalui. Produsen sepatu ini telah berdiri sejak tahun 80-an. Ketika itu mereka belum memproduksi merek dagang sendiri, melainkan masih menjadi vendor produsen untuk merek-merek sepatu luar negeri.
Dari Kota Kembang, mereka memproduksi sepatu dengan kualitas yang tidak kalah dengan merek-merek sneakers besar yang ada di pasaran. Karena banyak faktor, bisnis sepatu milik keluarga Gunawan ini menyentuh titik terendahnya, ditinggalkan oleh rekanan yang selama ini menghidupi pabrik tersebut. Pada 1998, Gunawan sebagai penerus bisnis keluarga tersebut, memutuskan untuk membuat merek sendiri, sepatu Compass. Keputusan itu didorong oleh booming-nya sneakers pada masa itu. Mungkin kamu masih ingat bagaimana brand Converse berjaya sekali ketika itu. Gunawan pun mencoba peruntungannya, terjun ke pasar dan bersaing dengan merek luar serta lokal. Kamu juga tentu masih ingat masa itu merek sepatu Warrior sempat sangat populer? Compass dan Warrior menjadi tujuan anak muda yang ingin memiliki Converse, namun terkendala pada harga. Kita tahu merek tersebut memang dibanderol dengan harga cukup tinggi. Tapi, ini bukanlah titik kejayaan Compass. Setidaknya, belum.
Tim Compass selalu berusaha menghadirkan desain-desain yang inovatif. Tidak berarti selalu baru, lebih kepada menggabungkan berbagai ide atau memunculkan kembali tren lama sehingga diperoleh desain ‘baru’ yang unik. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa produksi Compass hampir selalu terbatas. Setiap kali rilis produk baru jumlahnya tidak terlalu banyak. Tidak jarang kondisi ini memicu komentar-komentar sumbang dari warganet. Strategi pemasaran agar selalu laris manis, katanya. Bila alasan di balik hal tersebut hanya demi keuntungan semata, tentu Compass sudah memasang harga jauh lebih tinggi. Namun, alasan utamanya adalah kualitas. Sejak awal berdirinya hingga saat ini, Compass masih dibuat secara hand made atau dibuat dengan tangan. Ada sekitar 20 orang karyawan yang berperan di balik proses produksi sneakers lokal tersebut. Maka, tentu saja angka yang bisa diproduksi terbatas demi terjaganya kualitas. Mereka tidak ingin mengejar jumlah produksi untuk memenuhi permintaan pasar, namun standar kualitas terabaikan. Ini juga yang menjadi salah satu magnet yang membuat orang mempercayai merek ini.
Nah setelah membahas produk yang telah dipilih, selanjutnya kita akan membahas tentang harga jual sepatu lokal tersebut. Tentunya pasti kalian penasaran apa yang menjadi penentu harga jual sepatu lokal tersebut kan? mari kita simak tips menentukan harga jual berikut ini!
- Permintaan dan penawaran pasar, permintaan merupakan jumlah barang atau jasa yang diinginkan oleh konsumen di pasar pada tingkat harga beli tertentu, sedangkan penawaran adalah total barang atau jasa yang ditawarkan oleh produsen di pasar pada tingkat harga jual tertentu. Oleh karena itu, permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa harus dipertemukan dengan penawaran pasar sehingga terbentuk suatu harga keseimbangan di mana harga tersebut merupakan harga jual yang diinginkan perusahaan dan juga merupakan harga yang sesuai dengan permintaan konsumen. Sepatu Compass memiliki penawaran yang terbatas namun permintaannya cukup tinggi, karena kualitas dan desain yang diberikan oleh sepatu merek lokal ini sangat khusus jadi hanya beberapa orang saja yang akan mendapatkan sepatu denga desain khusus. Mereka tidak ingin mengejar jumlah produksi untuk memenuhi permintaan pasar, namun standar kualitas terabaikan. Ini juga yang menjadi salah satu magnet yang membuat orang mempercayai merek ini.
- Elastisitas permintaan, elastisitas permintaan adalah kepekaan perubahan permintaan akan barang atau jasa terhadap perubahan harga. Elastisitas ini membantu manajer untuk memahami apakah suatu bentuk permintaan itu elastis atau inelastis. Elastis berarti perubahan sekian persen pada harga menyebabkan perubahan persentase permintaan yang lebih besar, sedangkan inelastis berarti perubahan sekian persen pada harga secara relatif sedikit mengubah persentase permintaan. Karena perminat sepatu Compass ini cukup banyak, maka permintaan semakin tinggi. Dari permintaan tersebut sudah dipastikan akan terjadi perubahan persentase dan harga secara relatif akan berubah. Sejak awal berdirinya hingga saat ini, Compass masih dibuat secara hand made atau dibuat dengan tangan. Ada sekitar 20 orang karyawan yang berperan di balik proses produksi sneakers lokal tersebut. Maka, tentu saja angka yang bisa diproduksi terbatas demi terjaganya kualitas.
- Faktor biaya, merupakan dasar dalam menentukan harga jual produk atau jasa. Biaya dapat langsung diidentifikasikan kepada produk atau jasa yang dihasilkan karena merupakan faktor yang berasal dari dalam perusahaan. Biaya dapat memberikan informasi batas bawah suatu harga yang harus ditentukan oleh perusahaan atas suatu produk atau jasa. Batas bawah harga tersebut haruslah harga yang dapat menutupi seluruh biaya produksi walaupun dengan perolehan laba yang minimal.
Salah satu rahasia kesuksesan bisnis adalah menentukan harga jual produk kalian dengan benar. Menentukan harga jual produk dengan tepat dapat meningkatkan jumlah penjualan produk, menciptakan fondasi sebagai dasar bisnis kalian akan berhasil. Strategi menentukan harga jual produk yang salah akan membuat masalah yang mungkin tidak dapat diatasi oleh bisnis kalian kedepannya. Sekarang kalian sudah dapat mengetahui cara menentukan harga jual bukan? tunggu apalagi? ayo mulai bisnis!
Komentar
Posting Komentar