"A winner is just a loser who tried one more time", Aku pernah membaca kutipan tersebut disalah satu media sosial. Menurutku itu memang benar, lewat kisahku, aku bisa merasakan itu. Ah iya, perkenalkan namaku Yawn. Aku seorang atlet renang. Saat ini usiaku dua puluh dua tahun, sejak kecil ayah telah mengajarkan ku berenang hingga akhirnya renang adalah bagian terpenting dalam hidupku hingga saat ini. Aku telah terjun di profesi ini sejak usiaku menginjak angka tujuh belas tahun. Aku senang perlahan mimpi ku mulai tercapai, meski memang tidak mudah bagiku karena masih banyak kekurangan yang ada pada kemampuanku.
Ketika itu pelatihku mengumumkan akan ada lomba kejuaraan tingkat provinsi, setiap hari aku berlatih untuk dapat meningkatkan kemampuan ku. Aku ingin dipilih untuk menjadi perwakilan lomba tersebut, aku ingin mimpiku bisa tercapai. Namun hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita, selalu ada bumbu-bumbu kehidupan yang menjadi cobaan untuk melangkah. Hari itu ketika selesai latihan pelatihku berkata perfomaku terlalu standar, aku tidak memiliki peningkatan diantara teman-temanku. "Paling tidak kau harus lebih unggul satu detik lebih cepat diantara yang lain", pesan pelatihku. Hari-hari ku lewati namun sama saja, tidak berubah. Perfomaku tetap jalan ditempat dan tidak ada peningkatan, aku mendapat teguran keras dari pelatihku, tak jarang kata-katanya menyakiti hatiku. "Apa kau bercanda! mengapa setiap hari kau hanya mendapat score yang sama? bagaimana bisa kau menjadi pemenang kalau level mu saja setara dengan pecundang diluar sana!".
Aku termenung, aku marah dengan diriku yang tidak bisa melakukan perbaikan dalam kemampuanku. Lalu aku teringat kata ayah, "kalau teman-teman mu maju dua langkah kamu harus maju lima langkah". Ayah benar, saat ini yang harus kulakukan adalah ketika teman-temanku berlatih tiga jam dalam sehari, aku akan berlatih lima jam dalam sehari. Lalu setiap hari sepulang latihan aku tidak langsung pulang, aku mengambil jam lebih untuk latihan. Ternyata usaha ku tidak sia-sia perfomaku akhirnya meningkat. Pelatih bilang score ku berada jauh diatas teman-temanku dan kabar baiknya lagi aku mendapat kesempatan menjadi perwakilan lomba antar provinsi. Terbukti benar kalau usaha itu tidak mengkhianati hasil. Sikap optimis ku merubah midset ku untuk selalu berfikir bahwa aku bisa dan membawa peningkatan yang positif bagi kemampuanku. Aku mengerti bahwa pemenang bukan lahir dari keberhasilan, pemenang lahir dari hasil kegagalan. Jika kita jatuh delapan kali, kita harus bangkit sembilan kali. Pemenang bukanlah orang yang tidak pernah kalah, melainkan orang yang tidak pernah berhenti berjuang.
Komentar
Posting Komentar