Jakarta – Virus corona (COVID – 19) telah menjadi pandemi global dibeberapa negara termasuk Indonesia yang telah menerapkan Social Distancing. Fenomena Panic Buying telah dimulai sejak adanya kabar korban virus corona. Segala bahan pangan termasuk produk kebersihan terlihat cepat habis sejak adanya virus corona di Indonesia. Akibatnya terjadi kelangkaan barang akibat permintaan yang terus meningkat. Tampaknya bukan hanya masyarakat yang geram pihak swalayan juga tidak ingin adanya kelangkaan bahan pangan ekonomi.
Beberapa swalayan sudah terlihat memberikan kebijakan untuk setiap pembeli. Tertera sebuah pemberitahuan disetiap bahan pangan bahwa setiap pembeli hanya diizinkan untuk membeli beras maksimal 10 kilogram (KG) dan gula pasir minimal 2 (KG). pembatasan juga diberlakukan untuk pembelian minyak goring maksimal 4 liter dan mie instan maksimal 2 dus.
“Saya setuju dengan kebijakan swalayan dalam membatasi pembelian bahan pokok, jadi semua orang bisa kebagian jatah” ucap Denda, salah satu pengunjung swalayan. Tindakan masyarakat yang berlebihan ini justru membuat kepanikan baru disaat sebetulnya bahan pokok makanan atau produk kebersihan dapat terpenuhi.
“kita juga harus berfikir jernih dan mengingat orang-orang yang berekonomi rendah. Jangan sampai kita jadi membunuh saudara setanah air kita sendiri karena keegoisan kita memborong bahan pokok yang ada diswalayan” ujar Maria, mahasiswi yang berkomentar terkait Panic Buying yang terjadi.
Komentar
Posting Komentar