Konsumsi Masyarakat Meroket Karena Virus Corona


Jakarta, Sabtu (21/03/2020) – Penyebaran virus corona (COVID – 19) semakin meluas di Indonesia. Kekhawatiran tidak hanya menyelimuti pemerintah namun masyarakat juga ikut serta khawatir dengan adanya pertumbuhan kasus virus corona di Indonesia. Diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menghimbau kepada masyarakat Indonesia untuk bekerja (Work From Home) dan belajar dirumah (E-Learning) demi meminimalisir penyebaran virus corona. Hampir seluruh perguruan tinggi di Indonesia telah menerapkan sistem E- learning dan para pakerja juga sudah mulai bekerja dirumah (Work From Home) dan Social Distancing lainnya. Meskipun demikian, tidak ada yang tahu sampai kapan virus corona akan terus menyebar di Indonesia. 

Akibatnya masyarakat Indonesia panik akan virus corona tersebut, terlihat dibeberapa pusat perbelanjaan warga ramai membeli kebutuhan pangan. Banyak bahan pangan yang telah habis karena telah diborong oleh warga. “Saya nyetok banyak aja, takutnya nanti corona dimana-mana kita jadi gak bisa keluar rumah kalau makanan atau yang lainnya habis dirumah” ucap Neni, salah satu pengunjung swalayan yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga.

Kendati demikian, banyak warga yang tidak setuju terhadap tindakan masyarakat yang memborong banyak bahan pangan yang menyebabkan bahan pangan menjadi cepat habis. “Ga setuju. Kita harus mikirin orang lain juga kan. Boleh beli tapi secukupnya aja, satu atau dua. Gak usah diborong gitu, yang lain jadi gak kebagian” ucap Ahmad berkomentar.

Rak-rak di swalayan yang biasanya terisi aneka bahan makanan berupa beras, gula, mie instan, minyak goreng, telur dan lainnya menjadi cepat habis. Begitupun dengan produk-produk kebersihan rumah tangga. Fenomena ini menyebabkan kelangkaan barang akibat lonjakan permintaan dalam waktu singkat. Kebijakan selanjutnya mungkin Swalayan dan beberapa pusat perbelanjaan bisa menerapkan kebijakan untuk berbelanja maksimal satu atau dua disetiap jenis barang. 

LIHAT LAINNYA : 

Komentar